Faktor yang menentukan keunggulan dalam memenangkan persaingan era pasar yang semakin kompetitif dan mengglobal ini adalah terletak pada kualitas dari sumber daya manusia yang akan mengelolanya. Dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia, Dpartemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS), telah mengeluarkan kebijakan tentang pendekatan pendidikan melalui Pendidikan Sistem Ganda, sebagai pola utama penyelenggaraan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yaitu suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematis dan sinkronisasi antara pendidikan di sekolah dengan penguasaan keahlian yang diperoleh melalui pengalaman bekerja langsung di dunia kerja, terarah untuk mencapai tingkat keahlian profesional tertentu.

Sehubungan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 080/U/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan, karakteristik dari kurikulum SMK 1994 yang menonjol adalah penambahan bonot PRAKTEK LAPANGAN, melalui Praktek Kerja Lapangan di industri terkait khususnya PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk/DIVRE IV JATENG & Daerah Istimewa Yogyakarta, ikut menentukan keberhasilan peserta didik untuk mencapai kemampuan standar profesi yang mengandung unsur penguasaan ilmu pengetahuan dan kiat.

Berdasarkan naskah perjanjian kerjasama yang tertuang dalam Perjanjian Kerjasama antara PT TELKOM dengan Yayasan Sandhykara Putra TELKOM (YSPT) No. TEL 518/PD000/SDM-23/1999 dan Nomor 01/PDD/DPP-YSPT, tanggal 2 Nopember 1999, tentang pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG), dimana PT. TELKOM sebagai salah satu institusi pasangan dan telah sepakat mengikat diri untuk membantu penyelenggaraan/ pengelolaan pendidikan SMK TELKOM, sehingga pelaksanaan PSG dengan cara Praktek Kerja Lapangan terwujud.

Tujuan pendidikan sistem ganda :

  • Menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian profesional yaiut lulusan yang memiliki pengetahuan, ketrampilan dan etos kerja yang sama dengan tuntutan lapangan kerja yang semakin kompetitif.

  • Keterkaitan dan kesepadanan (LINK & MATCH) antara sekolah dengan dunia usaha/ industri dapat tercapai.

  • Meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas dan profesional.

  • Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan, sehingga bagi siswa yang berprestasi dapat diterima di Prusahaan Jasa Telekomunikasi atau operator telekomunikasi.

Pelaksanaaan PSG melalui Praktek Kerja Lapangan (PKL)

  • Sesuai surat Kepala SMK TELKOM Sandhy Putra Purwokerto No. SMK TEL 514/SIS400/KS-00/VII/2000 tanggal 5 Juni 2000, tentang Pendidikan Sistem Ganda di Lingkungan DIVRE IV JATENG & DIY, pelaksanaan PSG dibagi dalam 3 tahap :

    • Tahap ke I dilaksanakan pada saat siswa kelas 2 semester ke 2.

    • Tahap ke II dilaksanakan pada saat siswa kelas 3 awal semester ke 1.

    • Tahap ke III dilaksanakan pada saat siswa kelas 3 awal semester ke 2.   

  • Tempat/ lokasi PSG dilaksanakan di DISTEL/ AWG di lingkungan DIVRE IV JATENG & DIY.

  • Materi pada PSG ditentukan oleh sekolah berdasarkan kurikulum yang berlaku, pada program studi JARINGAN KABEl dan telah dikoordinasikan dengan pihak dunia usaha dalam hal ini PT. TELKOM.

  • Materi pendidikan sistem ganda yang dilaksanakan di SMK TELKOM Sandhy Putra Purwokerto, diajukan dan dibahas bersama dengan pihak Dunia Usaha dalam hal ini PT. TELKOM, dengan terlebih dahulu mensinkronkan antara profile kemampuan tamatan dengan mata pelajaran yang ada (kurikulum yang ada).

Evaluasi dan uji kompetensi

  • Pelaksanaan bimbingan dan monitoring oleh Guru Pembimbing terhadap siswa yang sedang melaksanakan PSG akan dilaksanakan setiap 2 minggu sekali.

  • Penilaian laporan kemajuan siswa yang sedang melaksanakan PSG dilaksanakan oleh Pembimbing Lapangan di Unit Kerja dimana siswa tersebut melaksanakan PSG. Pembimbing Lapangan ditunjuk oleh Pimpinan DISTEL/AWG setempat. Aspek yang dinilai meliputi Disiplin, Kerjasama dan Inisiatif.

 

Kirimkan email anda ke webmaster@smktelpwt.freeservers.com